Rabu, 17 Januari 2018

SENDAWA


Hai, ketemu lagi nih sama PANGANAN. Sekarang kita mau bahas tentang sendawa. Pernahkah anda sendawa? Kapan anda melakukan sendawa? Dan berapa kali anda sendawa? Tapi apakah anda tahu apa itu sendawa dan manfaat sendawa itu? Yuk, kita bahas saja apa sih bersendawa itu.


Hasil gambar untuk sendawa
Gambar. Peringatan Semdawa Terus Menerus
Sumber : spesialispengobatantradisional.blogspot.com
Sendawa adalah salah satuu cara tubuh mengeluarkan gas secara alami. Kondisi ini umumnya adalah hal yang baik karena jika tidak dikeluarkan, maka gas dalam perut dapat menyebabkan perut kembung yang kadang disertai dengan sakit perut. Sendawa juga biasa terjadi pada bayi karena dengan begitu kelebihan angina dalam perutnya dapat terbuang. Bayi bersendawa karena pada saat dia menyusu atau mengonsumsi susu formula, udara juga ikut tertelan. Manfaat kita sendawa adalah membuat perut kita menjadi nyaman karena angin atau udara didalam perut keluar.

Penyebab sendawa yang paling umum yaitu makan minum terlalu cepat, meminum minuman berkarbonasi atau bersoda, dan kegelisahan. Namun, Sendawa dapat disebabkan oleh beberapa penyebab lain, yaitu:

1.       Aerophagia

Aerophagia adalah menelan udara secara sukarela atau terpaksa. Menelan udara berlebihan dapat terjadi ketika makan atau minum terlalu cepat. Hal ini juga dapat terjadi ketika:

·         Berbicara dan makan pada waktu bersamaan

·         Mengunyah permen karet

·         Mengisap permen

·         Minum melalui sedotan

·         Bernapas melalui mulut

·         Memakai gigi palsu kurang pas

·         Merokok

·         Mengalami serangan kecemasan

2.       Makanan penyebab kembung

Beberapa jenis makanan dan minuman juga dapat menyebabkan lebih sering bersendawa. Contohnya minuman bersoda atau berkarbonasi, alcohol, dan makanan tinggi seperti pati, gula, atau serat yang menyebabkan gas. Makanan penyebab sendawa yaitu:

·         Kacang polong

·         Kacang-kacangan

·         Brokoli

·         Bawang

·         Kubis

·         Bunga kol

·         Pisang

·         Kismis

·         Roti gandum

3.       Obat-obatan

Sejumlah obat tertentu dapat menyebabkan bersendawa atau gangguan yang menyebabkan sering sendawa. Ini mungkin termasu:

·         Obat diabetes tipe 2 yang umum disebut acarbose

·         Pencahar, seperti laktulosa dan sorbitol

·         Obat pereda sakit, seperti naproxen, ibuprofen, dan aspirin

·         Kelebihan penggunaan obat nyeri yang dapat menyebabkan gastritis atau radang paru dengan ditandai sering bersendawa

4.       Kondisi Medis

Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan bersendawa sebagai gejalanya. Namun, perlu diingat bahwa sering bersendawa adalah tanda bahwa perut atau pencernaan dalam kondisi tidak sehat, oleh sebab itu harus ada gejala lain untuk membuat diagnosis yang pasti.

                Kondisi yang dapat menyebabkan bersendawa meliputi:

·         Gastroesophageal Reflux disease (GERD): suatu kelainan yang menyebabkan asam dari lambung yang menyebabkan asam dari lambung mengalir ke atas kerongkongan atau esophagus.

·         Gastroparesis: gangguan dimana otot-otot di dinding perut melemah.

·         Gastritis: gangguan yang menyebabkan peradangan pada lapisan lambung

·         Tukak Lambung: luka pada kerongkongan, lambung, dan bagian atas dari usus kecil.

·         Intoleransi laktosa: ketidakmampuan tubuh dalam mencerna laktosa.

·         Malabsorpsi fruktosa atau sorbitol: ketidakmampuan tubuh untuk mencerna karbohidrat fruktosa dan sorbitol.

·         Helicobacter pylori : bakteri yang menyebabkan infeksi lambung, yang dapat menyebabkan bersendawa.

·         Penyakit celiac: intoleransi terhadap gluten, bahan yang ditemukan dalam banyak makanan kaya tepung seperti roti dan kerupuk.

·         Dumping syndrome: suatu kelainan yang menyebabkan perut kosong (BAB) sebelum isinya telah dicerna dengan baik.

·         Insufisiensi pakreas: terjadi ketika pankreas tidak mampu melepaskan enzim yang dibutuhkan untuk pencernaan.

Wah, ternyata banyak sekali penyebab sendawa. Terus bagaimana cara mengatasi sendawa? Sendawa yang normal tidak memerlukan pengobatan apapun. Namun, jika bersendawa terus menerus atau berlebihan, maka Anda harus menghubungi dokter untuk mengeksplorasi kondisi yang mungkin menyebabkan masalah. Karena pengobatan tergantung pada penyebabnya.

Sendawa yang normal tidak memerlukan pengobatan apapun karena tidak memiliki konsekuensi yang bahaya. Namun, jika bersendawa telah menjadi sering karena masalah system pencernaan, maka gejala bisa memburuk jika tidak diobati. Anda mungkin juga mulai mengalami gejala lain sampai masalah ini didiagnosis dan diobati. Bersendawa sebagai gejala tunggal tidak biasanya menyebabkan perhatian kecuali itu sering atau berlebihan. Namun, jika perut telah membuncit (kembung) untuk jangka panjang dan bersendawa tidak meringankan distensi atau jika sakit perut parah, maka segeralah diperiksa ke dokter.

Umumnya sendawa bukanlah hal yang berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, meski sendawa adalah proses alami, tetapi tetap saja ada saat kita perlu mencegah sendawa, seperti pada saat acara resmi. Untuk mencegahnya, anda bisa mencoba beberapa cara sebagai berikut:

·         Hindari makan dan minum terburu-buru.

·         Merokok menyebabkan Anda menghirup udara. Minimalkan atau hindari merokok.

·         Batas konsumsi permen dan permen karet.

·         Hindari konsumsi minuman bird an minuman berkarbonasi yang mengandung gas karbondioksida.

·         Jika menggunakan gigi palsu, coba periksalah agar pemasangannya tepat sehingga Anda tidak menelan udara yang tidak perlu.

·         Jika Anda adalah pengidap nyeri ulu hati ringan, cobalah untuk mengonsumsi obat yang dijual bebas, seperti antasida, atau mengonsultasikannya ke dokter jika Anda mengalami gejala yang cukup berat.

·         Konsumsi suplemen atau minuman probiotik untuk membantu pencernaan.

·         Hindari makan dalam porsi besar dan hindari makan tepat sebelum waktu tidur.

·         Hindari mengonsumsi makanan berlemak, makanan yang mengandung asam seperti jus buah, kopi, tomat, dan bawang Bombay, dan makanan pedas seperti merica dan cabai.

·         Hindari perubahan suhu lambung yang tiba-tiba. Misalnya meminum minuman panas kemudian minuman dingin.

·         Kenakan pakaian longgar. Pakaian ketat, terutama disekitar pinggang karena beresiko menyebabkan sendawa dan perut yang tidak nyaman.

Untuk meredakan sendawa, Anda dapat mencoba untuk berbaring menyamping. Posisi mendekatkan lutut ke dada juga dapat membantu. Walau umumnya bukan merupakan hal serius, tapi segera periksalah diri jika Anda terus bersendawa dan merasa perut terus-menerus terasa kembung. Dokter akan menanyakan gejala-gejala lain untuk mendiagnosis penyebab sebenarnya. Penggunaan X-ray pada perut. MRI atau CT scan mungkin diperlukan untuk system pencernaan lebih cermat.

Itulah penjelasan sendawa dan cara mengatasinya bila sendawa sering terjadi. Sendawa memang proses alamiah. Namun, bila terus-menerus terjadi Anda harus segera periksa kedokter. Semoga dapat bermanfaat dan dapat mengingatkan supaya Anda tetap menjaga kesehatan anada walaupun hanya penyakit sepele. Mohon maaf bila ada kekurangan dan salah kata mohon dikoreksi agar penulis bisa lebih baik lagi.

              https://mediskus.com/penyakit/penyebab-sering-bersendawa-dan-caramengatasinya/amp

Minggu, 14 Januari 2018

SEJARAH MIKROBIOLOGI

         Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup. Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat vaksin rabies. Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
        Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, ilmu gizi, teknik kimia, bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi. Dalam teknologi pangan, mikrobiologi merupakan ilmu yang sangat penting, misalnya dalam hubungannya dengan kerusakan atau kebusukan makanan, sehingga dapat diketahui tindakan pencegahan atau pengawetan yang paling tepat untuk menghindari terjadinya kerusakan tersebut. Disamping itu mikrobiologi juga penting dalam fermentasi makanan sanitasi, pengawasan mutu pangan, dan sebagainya.
       Sejarah mikrobiologi dimulai tahun 1674 ketika Anton van Leeuwenhoek (1632-1723) menemukan adanya kehidupan didalam setetes air danau yang diamati menggunakan suatu lensa gelas. Benda-benda yang di sebut "animalcules" tersebut terlihat dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna. Sebelum penemuan tersebut, berlaku teori yang disebut generasi spontan yang menyatakan bahwa makhluk hidup dapat terbentuk secara spontan yang menyatakan bahwa makhluk hidup dapat terbentuk secara spontan dari benda-benda mati atau bahan organik yang telah mengalami pembusukan. Leewenhoek kemudian mengamati adanya makhluk hidup pada berbagai bahan lainnya menggunakan mikroskop sederhana yang diciptakannya, dan menyimpulkan bahwa sel-sel hidup selalu berasal dari benih (germ).
       Teori ini kemudian banyak ditentang oleh ilmuwan-ilmuwan lainnya diantaranya yaitu Francesco Redi (1626-1697) yang membuat percobaan dengan menutup sepotong daging dengan kasa halus untuk mencegah hinggapnya lalat yang dapat bertelur diatasnya. Setelah didiamkan beberapa waktu tertentu, ternyata pada daging yang tidak ditutupi banyak ditumbuhi ulat yang berasal dari telur lalat, sedangkan pada daging yang ditutupi tidak terlihat adanya ulat. Ilmuwan lainnya yaitu Lazzaro Spallanzani (1729-1799) melakukan percobaan dengan membuat suatu suspensi bahan organik didalam tabung gelas, kemudian mendidihkannya. Ternyata cairan tersebut tidak rusak atau membusuk dan itdak mengandung sel-sel hidup. Sel-sel akan tumbuh bila tabung gelas dibuka sehingga cairan mengalami kontak dengan udara diluar tabung yang merupakan sumber kontaminasi jasad renik. Hasil percobaan kedua peneliti tersebut terbukti bertentangan dengan teori generasi spontan.
        Nicholas Appert pada tahun 1810 memenangkan hadiah sebanyak 12.000 franc karena untuk pertama kalinya berhasil mengawetkan berbagai bahan pangan yang mudah rusak dengan proses pemanasan.
        Ilmuwan terkenal yang sangat menentang teori generasi spontan adalah Louis Pasteur (1822-1895). Dalam tahun 1860, Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu gelas berbentuk bulat yang diisi ekstrak bahan organik atau larutan gula, dimana pada ujung lehernya kemudian dipanaskan dan ditiup sehingga pipa agak panjang berbentuk huruf U. Setelah dipanaskan, ternyata didalam labu Pasteur tersebut setelah beberapa waktu tidak pernah terlihat adanya pertumbuhan jasad renik, Tetapi jika leher labu dipatahkan dan dibiarkan terbuka dan terkontaminasi oleh udara, dalam satu hari atau lebih akan terlihat adanya pertumbuhan di dalam tabung tersebut sehingga cairan didalamnya menjadi busuk. Ternyata bentuk U dari pipa pada leher labu dapat menahan masuknya jasad renik dari udara ke dalam tabung.
        Robert Koch (1843-1910) menemukan pemakaian medium padat menggunakan bahan pemadat gelatin untuk mengisolasi suatu jenis jasad renik dari suatu campuran jasad renik. Dalam perkembangannya, untuk memadatkan medium kemudian digunakan agar yaitu senyawa yang dihasilkan dari gulma laut yang mempunyai sifat pemadat lebih baik daripada gelatin. Dari hasil penelitian Koch, dikemukakan prinsip-prinsip teori yang dikenal sebagai postulat Koch, yaitu:
1. Jasad renik dapat ditemukan sebagai penyebab suatu gejala penyakit tertentu.
2. Jasad renik tersebut dapat diisolasi di laboratorium sebagai kultur murni.
3. Kultur murni tersebut dapat menimbulkan penyakit dengan gejala spesifik bila diinokulasikan pada hewan sehat yang sensitif.
4. Dari hewan yang dibuat menjadi sakit tersebut, jasad renik tersebut dapat diisolasi kembali dengan sifat-sifat seperti jasad renik semula.

Sumber:
Wikipedia. 2016. Mikrobiologi. https://id.wikipedia.org/wiki/Mikrobiologi. Diakses: Senin, 15 Januari 2018
Fardiaz, Srikandi. 1989. Mikrobiologi Pangan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
        Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor.