Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop, khususnya bakteri, fungi, alga mikroskopik, protozoa, dan Archaea. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup. Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat vaksin rabies. Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia.
Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak
dapat dipisahkan dari cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi, kedokteran, pertanian, ilmu gizi, teknik kimia, bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi. Dalam teknologi pangan, mikrobiologi merupakan ilmu yang sangat penting, misalnya dalam hubungannya dengan kerusakan atau kebusukan makanan, sehingga dapat diketahui tindakan pencegahan atau pengawetan yang paling tepat untuk menghindari terjadinya kerusakan tersebut. Disamping itu mikrobiologi juga penting dalam fermentasi makanan sanitasi, pengawasan mutu pangan, dan sebagainya.
Sejarah mikrobiologi dimulai tahun 1674 ketika Anton van Leeuwenhoek (1632-1723) menemukan adanya kehidupan didalam setetes air danau yang diamati menggunakan suatu lensa gelas. Benda-benda yang di sebut "animalcules" tersebut terlihat dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna. Sebelum penemuan tersebut, berlaku teori yang disebut generasi spontan yang menyatakan bahwa makhluk hidup dapat terbentuk secara spontan yang menyatakan bahwa makhluk hidup dapat terbentuk secara spontan dari benda-benda mati atau bahan organik yang telah mengalami pembusukan. Leewenhoek kemudian mengamati adanya makhluk hidup pada berbagai bahan lainnya menggunakan mikroskop sederhana yang diciptakannya, dan menyimpulkan bahwa sel-sel hidup selalu berasal dari benih (germ).
Teori ini kemudian banyak ditentang oleh ilmuwan-ilmuwan lainnya diantaranya yaitu Francesco Redi (1626-1697) yang membuat percobaan dengan menutup sepotong daging dengan kasa halus untuk mencegah hinggapnya lalat yang dapat bertelur diatasnya. Setelah didiamkan beberapa waktu tertentu, ternyata pada daging yang tidak ditutupi banyak ditumbuhi ulat yang berasal dari telur lalat, sedangkan pada daging yang ditutupi tidak terlihat adanya ulat. Ilmuwan lainnya yaitu Lazzaro Spallanzani (1729-1799) melakukan percobaan dengan membuat suatu suspensi bahan organik didalam tabung gelas, kemudian mendidihkannya. Ternyata cairan tersebut tidak rusak atau membusuk dan itdak mengandung sel-sel hidup. Sel-sel akan tumbuh bila tabung gelas dibuka sehingga cairan mengalami kontak dengan udara diluar tabung yang merupakan sumber kontaminasi jasad renik. Hasil percobaan kedua peneliti tersebut terbukti bertentangan dengan teori generasi spontan.
Nicholas Appert pada tahun 1810 memenangkan hadiah sebanyak 12.000 franc karena untuk pertama kalinya berhasil mengawetkan berbagai bahan pangan yang mudah rusak dengan proses pemanasan.
Ilmuwan terkenal yang sangat menentang teori generasi spontan adalah Louis Pasteur (1822-1895). Dalam tahun 1860, Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu gelas berbentuk bulat yang diisi ekstrak bahan organik atau larutan gula, dimana pada ujung lehernya kemudian dipanaskan dan ditiup sehingga pipa agak panjang berbentuk huruf U. Setelah dipanaskan, ternyata didalam labu Pasteur tersebut setelah beberapa waktu tidak pernah terlihat adanya pertumbuhan jasad renik, Tetapi jika leher labu dipatahkan dan dibiarkan terbuka dan terkontaminasi oleh udara, dalam satu hari atau lebih akan terlihat adanya pertumbuhan di dalam tabung tersebut sehingga cairan didalamnya menjadi busuk. Ternyata bentuk U dari pipa pada leher labu dapat menahan masuknya jasad renik dari udara ke dalam tabung.
Robert Koch (1843-1910) menemukan pemakaian medium padat menggunakan bahan pemadat gelatin untuk mengisolasi suatu jenis jasad renik dari suatu campuran jasad renik. Dalam perkembangannya, untuk memadatkan medium kemudian digunakan agar yaitu senyawa yang dihasilkan dari gulma laut yang mempunyai sifat pemadat lebih baik daripada gelatin. Dari hasil penelitian Koch, dikemukakan prinsip-prinsip teori yang dikenal sebagai postulat Koch, yaitu:
1. Jasad renik dapat ditemukan sebagai penyebab suatu gejala penyakit tertentu.
2. Jasad renik tersebut dapat diisolasi di laboratorium sebagai kultur murni.
3. Kultur murni tersebut dapat menimbulkan penyakit dengan gejala spesifik bila diinokulasikan pada hewan sehat yang sensitif.
4. Dari hewan yang dibuat menjadi sakit tersebut, jasad renik tersebut dapat diisolasi kembali dengan sifat-sifat seperti jasad renik semula.
Sumber:
Wikipedia. 2016. Mikrobiologi. https://id.wikipedia.org/wiki/Mikrobiologi. Diakses: Senin, 15 Januari 2018
Fardiaz, Srikandi. 1989. Mikrobiologi Pangan. Bogor: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar